Ramadhan Tiba by FLP Jepang

ImageSepuluh orang penulis sekaligus pengembara ke negeri sakura, bercerita tentang keterbatasan-keterbatasan namun selalu mendapat kemudahan-kemudahan dalam menjalankan puasa di negeri orang. Pun dengan fasilitas-fasilitas yang sangat minim akibat keminoritasan di sana tidak membaut saudara-saudara kita ini patah semangat untuk menjalankan salah satu kewajibannya.

Berisi total 37 cerita pendek yang dikemas dengan apik. Salah satu cerita yang menarik buat saya adalah yang ditulis oleh Hermin Wicaksono, Mamah dan Iktikaf. Di saat bulan ramadhan itu, konon, Ibunya berkeinginan kuat untuk melakukan iktikaf di 10 hari terakhir bulan puasa,walau dengan usia yang sudah tidak lagi muda. Ibunya bilang kalau melakukan kebaikan itu tidak harus menunggu ‘nanti’. Kebaikan harus dilakukan saat itu juga, saat kita ingin melakukannya. Karena itu sang ibu tidak ingin menunda lagi untuk ber-iktikaf di bulan itu, takut tidak ada ramadhan tahun depan lagi. Alhasil, ibu pun berhasil melakukan iktikaf genap 10 hari. Dan seperti memang sudah memiliki firasat,ramadhan saat itu memang ramadhan terakhir ibu, karena tepat satu bulan sebelum datang bulan ramadhan, dia dipanggil Yang Maha Kuasa. Kisah ini seakan menyadarkan, kalau memang betul waktu itu tidak akan pernah menunggu.

Membaca buku ini bisa jadi sambil refleksasi diri, memberi revolusi untuk menjalankan ramadhan yang sebentar lagi akan datang dengan lebih baik lagi. Tiga bintang saya beri untuk buku ini.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s